Naruto,Bleach,Detective Conan – Acara TV yang Mengandung Unsur Kekerasan



Kemarin saya baru dapat berita yang dikeluarkan oleh KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) yang mengeluarkan sebuah keputusan yang mengejutkan, disana dibahas mengenai beberapa judul tayangan televisi yang dianggap bermasalah karena menyebarluaskan tindakan kekerasan, etika, norma masyarakat,agama atau pornografi dan pornoaksi serta mengandung unsur menyinggung suatu golongan tertentu di masyarakat.

Kebetulan 3 manga yang mengandung unsur-unsur melanggar UU komisi penyiaran ialah Manga Naruto, Manga Bleach, Manga Detective Conan. Ketiga buah manga yaitu naruto,bleach dan detective conan ini mempunyai pasar yang luas baik di kalangan anak kecil sebagai penggemarnya maupun oleh anak smp,smp serta orang tua. Selain manga naruto, bleach dan detective conan dianggap melanggar kepatutan di dalam penyiarannya, terhdp juga Cinta SMA. Mungkin tulisan peringatan terhadap manga-manga jepang dan sinetron ABG tersebut merupakan wujud dari keprihatian para pakar dan pengamat pertelevisian, wartawan dan masyarakat yang melakukan komplain. Ya, memang akhir-akhir ini manga, comic yang beredar tidak ada yang lepas dari unsur-unsur kekerasan dan kecenderungan mengarah kepada “seksualitas” yang sangat memprihatikan, untuk itu, para orang tua seharusnyalah lebih mengontrol apa yang dikonsumsi oleh anak-anaknya, baik dari tayangan film dan sinetron termasuk tayangan dan majalah serta komik kartun, manga, video, dvd, vcd, games-games yang juga tidak luput dari kekerasan bahkan mengajak anak-anak untuk melakukan tindakan / perbuatan kriminal, pornografi serta menjurus kepada anarki dan anti agama (baik anti Islam maupun anti kristen dan agama-agama lainnya). Jika tidak hati-hati, maka anak-anak yang menjadi harapan bangsa justru akan berbalik tumbuh menjadi generasi yang penuh anarki dan tidak bermoral. Jika para bapak dan para ibu membaca artikel ini, sekali lagi jangan hanya menggantungkan penjagaan terhadap anak-anak anda hanya kepada pembantu rumah tangga, tetapi sesekali turun tangan memeriksa sendiri apa yang sedang terjadi dengan anak-anak anda.

Untuk mediapun, seharusnya media bisa menjadi ajang untuk mempromosikan kebenaran, tetapi bangsa ini justru kehilangan sosial kontrol yang diletakkan kepada media. Media seperti tv, koran, majalah, website berita sekarang malahan menjadi pisau yang ikut andil menusuk bangsa sendiri baik disadari maupun tidak disadari. Media TV hanya sebagai ajang promosi kejahatan, ketidakbenaran berita yang menjurus kepada fitnah, terjebak dalam kampanye “presiden”, mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dari masyarakat awam.

Lainnya:

Postingan Lainnya: 1 2 3 4

Leave a Reply